Sultan Dorong Negara OKI Tingkatkan Kerja Sama di Bidang Pangan dan Farmasi

Selasa, 25 Oktober 2022 - 11:37 WIB
Sultan B Najamudin saat menghadiri pertemuan Forum Majelis Tinggi negara anggota OKI di Bandung (DPD)

RIAUMANDIRI.CO - Wakil Ketua Dewan DPD RI Sultan B Najamudin mendorong negara-negara anggota organisasi Konferensi Islam (OKI) untuk meningkatkan kerja sama di bidang pertanian dan Keuangan.

Hal ini disampaikan Sultan saat menghadiri acara pembukaan pertemuan Forum Majelis Tinggi yang dihadiri oleh 15 negara di anggota OKI di gedung Merdeka Bandung, Jawa Barat, Selasa (25/10/2022).

"Kita ketahui, krisis kelaparan dan kesehatan akan menjadi isu yang paling sering kita bicarakan di masa yang akan datang. Setelah pandemi ovid-19, dunia kemudian menghadapi krisis iklim dan geopolitik yang berdampak nyata bagi kehidupan manusia secara luas," kata Sultan.

Menurutnya, parlemen negara anggota OKI harus memiliki perhatian yang sama pada sektor pangan, farmasi serta keuangan. Hal ini penting mengingat sebagai umat Islam memiliki standar syariat, yakni kehalalan pada setiap bahan pangan dan produk farmasi. Juga tentu dalam sistem keuangan.

Kami mendorong agar pemerintah negara-negara anggota OKI mulai membangun skema pembiayaan bersama pada sektor tersebut. Untuk menjamin ketersediaan bahan pangan dan farmasi yang halal, negara anggota OKI harus menjadi pemain utama pasar pangan dan farmasi dunia.

Sehingga negara anggota OKI mampu mengontrol dan memastikan bahwa semua produk pangan dan farmasi diyakini telah aman dan halal untuk dikonsumsi oleh umat Islam dunia. Parlemen OKI memiliki tanggungjawab moral untuk merumuskan kebijakan di masing-masing negara.

Kita memiliki Maroko yang menjadi pemilik 70 persen cadangan phospat sebagai bahan baku utama pupuk dunia. Dan Indonesia sebagai pemilik biodiversitas  memiliki lebih dari ratusan ribu jenis tanaman pangan dan biofarmaka. Mari kita bekerja sama untuk memutus mata rantai kemiskinan dan kelaparan di negara-negara berkembang di Asia dan Afrika," ajak Sultan. (*)

Editor: Syafril Amir

Tags

Terkini

Terpopuler